A.
Tujuan
mata pelajaran Bahasa Indonesia
1.
Berkomunikasi secara efektif dan efisien
sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis.
2.
Menghargai dan bangga menggunakan Bahasa
Indonesia sebagai bahasa persatauan dan bahasa Negara.
3.
Memahami Bahasa Indonesia dan menggunakanya
dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan.
4.
Menggunkan Bahasa Indonesia untuk
meningkatkan kemampuan intelektual, serta kematangan emosional dan sosial.
5.
Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk
memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan
dan kemampuan berbahasa.
6.
Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia
sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia (BSNP, 2006a, 2006b,
2006c).
B.
Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia
Ruang
lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup komponen kemampuan berbahasa
dan kemampuan bersastra yang meliputi aspek-aspek: Mendengarkan, Berbicara, Membaca,
Menulis
Komponen kemampuan berbahasa adalah kemampuan yang
menuntut siswa untuk berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia dengan memanfaatkan
empat aspek Komponen kemampuan bersastra
adalah kemampuan yang menuntut siswa untuk kegiatan apreiasi dan ekspresi
dengan matei sastra yang meliputi kegiatan mendengarkan, berbicara, membaca, menulis
karya sastra (Sufanti, 2010).
C.
Konsep
dasar pembelajaran Bahasa Indonesia
1.
Pendekatan komunikatif
Pendekatan komunikatif
merupakan pendekatan dalam pengajaran bahasa yang berasumsi bahwa bahasa
berfungsi sebagai alat komunikasi. Dengan asumsi ini seluruh aktivitas
pengajaran dan pembeljaran bahasa diarahkan pada terbentuknya
kemampuanberkomunikasi para siswa. Pendekatan komunikatif sesuai dengan KTSP
karena di dalam KTSP secara jelas
dinyatakan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan
kemampuan peserta didik un tuk berkomunikasi dengan benar, baik secara lisan
maupun tulis (BSNP, 2006a;2006b;2006c).
2.
Pembelajaran Terpadu
Pembelajaran terpadu (intergrated method) adalah upaya
pemaduan antara aspek-aspek pengajaran sastra dan bahasa saling bantu membantu
(Endraswara dalam Sufanti, 2010: 20). Proses ini menghendaki antara materi
bhasa dan sastra itu sejajar dan seimbang.
3.
Pembelajaran Apresiasi Sastra
Apresiasi sastra adalah kegitan membaca dan mendengarkan
karya sastra atau kegiatan resepsi sastra. Kegiatan ini bersifat individual
karena sastra adalah multitafsir. Penafsiran apapun boleh dan sah asal
dilandasi dengan argument yang logis. Oleh karena itu, did ala pembelajaran
apresiasi sastra sangat memungkinkan terjadi perbedaaan pendapat, perbedaan
penafsiran, sehingga juga menimbulkan perbedaan penghargaan terhadap karya
sastra.
4.
Pembelajaran Ekspresi Kreatif
Pembelajaran ekspresi yang
meliputi berbicara dan menulis membutuhkan kreatifitas, karena siswa di tuntut
memiliki daya cipta. Menulis cerpen, menulis puisi, menulis iklan, menulis
pantun, menulis laporan, menulis resensi, dan sebagainya merupakan kegiatan
ekspresif dan kreatif.
D.
Prinsip-prinsip
pendekatan komunikatif
Richards Rodgers (Dalam Sufanti, 2010: 18) menyebutkan
asumsi pendekatan komunikatif tentang bahasa adalah:
1.
Bahasa adalah system untuk mengekspresikan
makna
2.
Fungsi utama bahasa adalah alat interaksi
dan komunikasi
3.
Struktur bahasa tercermin pada penggunaan
fungsi dan komunikasi
4.
Unit utama bahasa bukan hanya tata bahasa dan
ciri khas struktur, tetapi makna fungsi dan komunikasi sangat penting di dalam
wacana.
Prinsip-prinsip pendekatan komunikatif menurut Suyono
(Dalam Sufanti, 2010: 18) adalah:
1.
Fungsi utama bhasa adalah sebagai alat
komunikasi
2.
Tujuan utama pengajaran bahasa adalah
penguasaan kompetensi atau perfomansi komunikatif
3.
Pengajaran bahasa harus didasarkan pada dan
menjawab kebutuhan komunikatif siswa
4.
Memberi kesempatan siswa untuk berperan dalam
peristiwa komunikatif yang bermakna
5.
BM mengoptimalkan pemakaian bahasa dalam
peristiwa komunikasi
6.
Pengajaran bahasa harus member pengalaman
siswa berupa informasi, praktik/latihan, dan pengalaman-pengalaman berbahasa
yang berhubungan dengan kebutuhan komunikatif
7.
Pembelajaran diarahkan pada penggunaan bahasa
bukan pengetahuan bahasa
8.
Semua ragam bahasa berguna yaitu menyamapikan
informasi
9.
Buku teks atau bahan yang paling baik adalah
bahan yang member latihan berkomunikasi yang bermanfaat.
E.
Tentang PAIKEM
PAIKEM
kepanjangan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan
Menyenangkan. PAIKEM adalah pembelajaran yang diciptakan oleh guru yang mampu
membuat siswa aktif belajar, munculnya inovasi-inovasi yang terus menerus,
mengembangkan kreativitas siswa, mampu mencapai kompetensi dasar yang telah
ditetapkan tetapi dilaksanakan dalam suasana yang menyenangkan (Sufanti, 2010).
F.
Deskripsikan
tentang CTL!
CTL (Contextual Teaching Learning) atau pembelajaran
kontekstual merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan
membantu siswa untuk memahami makna materi yang dipelajarinya dengan mengaitkan
materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi,
sosio, kultural), sehingga siswa memiliki pengetahuan atau ketrampilan yang
secara fleksibel dapat diterapkan dari permasalahan atau konteks yang lain
(Depdiknas dalam Sufanti, 2010: 43).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar