Kamis, 22 Maret 2012

Tugas Ke-2 Strategi Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia

A.    Tujuan mata pelajaran Bahasa Indonesia
1.      Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis.
2.      Menghargai dan bangga menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatauan dan bahasa Negara.
3.      Memahami Bahasa Indonesia dan menggunakanya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan.
4.      Menggunkan Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, serta kematangan emosional dan sosial.
5.      Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa.
6.      Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia (BSNP, 2006a, 2006b, 2006c).
B.      Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia
Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup komponen kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra yang meliputi aspek-aspek: Mendengarkan, Berbicara, Membaca, Menulis
Komponen kemampuan berbahasa adalah kemampuan yang menuntut siswa untuk berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia dengan memanfaatkan empat aspek  Komponen kemampuan bersastra adalah kemampuan yang menuntut siswa untuk kegiatan apreiasi dan ekspresi dengan matei sastra yang meliputi kegiatan mendengarkan, berbicara, membaca, menulis karya sastra (Sufanti, 2010).
C.     Konsep dasar pembelajaran Bahasa Indonesia
1.      Pendekatan komunikatif
Pendekatan komunikatif merupakan pendekatan dalam pengajaran bahasa yang berasumsi bahwa bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi. Dengan asumsi ini seluruh aktivitas pengajaran dan pembeljaran bahasa diarahkan pada terbentuknya kemampuanberkomunikasi para siswa. Pendekatan komunikatif sesuai dengan KTSP karena di dalam KTSP  secara jelas dinyatakan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik un tuk berkomunikasi dengan benar, baik secara lisan maupun tulis (BSNP, 2006a;2006b;2006c).
2.      Pembelajaran Terpadu
Pembelajaran terpadu (intergrated method) adalah upaya pemaduan antara aspek-aspek pengajaran sastra dan bahasa saling bantu membantu (Endraswara dalam Sufanti, 2010: 20). Proses ini menghendaki antara materi bhasa dan sastra itu sejajar dan seimbang.
3.      Pembelajaran Apresiasi Sastra
Apresiasi sastra adalah kegitan membaca dan mendengarkan karya sastra atau kegiatan resepsi sastra. Kegiatan ini bersifat individual karena sastra adalah multitafsir. Penafsiran apapun boleh dan sah asal dilandasi dengan argument yang logis. Oleh karena itu, did ala pembelajaran apresiasi sastra sangat memungkinkan terjadi perbedaaan pendapat, perbedaan penafsiran, sehingga juga menimbulkan perbedaan penghargaan terhadap karya sastra.
4.      Pembelajaran Ekspresi Kreatif
Pembelajaran ekspresi yang meliputi berbicara dan menulis membutuhkan kreatifitas, karena siswa di tuntut memiliki daya cipta. Menulis cerpen, menulis puisi, menulis iklan, menulis pantun, menulis laporan, menulis resensi, dan sebagainya merupakan kegiatan ekspresif dan kreatif.
D.    Prinsip-prinsip pendekatan komunikatif
Richards Rodgers (Dalam Sufanti, 2010: 18) menyebutkan asumsi pendekatan komunikatif tentang bahasa adalah:
1.      Bahasa adalah system untuk mengekspresikan makna
2.      Fungsi utama bahasa adalah alat interaksi dan  komunikasi
3.      Struktur bahasa tercermin pada penggunaan fungsi dan komunikasi
4.      Unit utama bahasa bukan hanya tata bahasa dan ciri khas struktur, tetapi makna fungsi dan komunikasi sangat penting di dalam wacana.
Prinsip-prinsip pendekatan komunikatif menurut Suyono (Dalam Sufanti, 2010: 18) adalah:
1.      Fungsi utama bhasa adalah sebagai alat komunikasi
2.      Tujuan utama pengajaran bahasa adalah penguasaan kompetensi atau perfomansi komunikatif
3.      Pengajaran bahasa harus didasarkan pada dan menjawab kebutuhan komunikatif siswa
4.      Memberi kesempatan siswa untuk berperan dalam peristiwa komunikatif yang bermakna
5.      BM mengoptimalkan pemakaian bahasa dalam peristiwa komunikasi
6.      Pengajaran bahasa harus member pengalaman siswa berupa informasi, praktik/latihan, dan pengalaman-pengalaman berbahasa yang berhubungan dengan kebutuhan komunikatif
7.      Pembelajaran diarahkan pada penggunaan bahasa bukan pengetahuan bahasa
8.      Semua ragam bahasa berguna yaitu menyamapikan informasi
9.      Buku teks atau bahan yang paling baik adalah bahan yang member latihan berkomunikasi yang bermanfaat.
E.      Tentang PAIKEM
PAIKEM kepanjangan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. PAIKEM adalah pembelajaran yang diciptakan oleh guru yang mampu membuat siswa aktif belajar, munculnya inovasi-inovasi yang terus menerus, mengembangkan kreativitas siswa, mampu mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan tetapi dilaksanakan dalam suasana yang menyenangkan (Sufanti, 2010).
F.     Deskripsikan tentang CTL!
CTL (Contextual Teaching Learning) atau pembelajaran kontekstual merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi yang dipelajarinya dengan mengaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosio, kultural), sehingga siswa memiliki pengetahuan atau ketrampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan dari permasalahan atau konteks yang lain (Depdiknas dalam Sufanti, 2010: 43).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar